Kini Pasien Gagal Ginjal Tak Perlu Repot Cuci Darah di Rumah Sakit Tetapi Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

Bekasi – Gagal ginjal merupakan penyakit yang terjadi karena ada kerusakan fungsi ginjal yang merupakan akibat dari berbagai hal seperti gaya hidup yang kurang sehat, diabetes, hipertensi, maupun gangguan kesehatan lainnya. Kondisi ini tidak boleh disepelekan begitu saja, sebab ginjal memiliki fungsi yang penting di dalam tubuh yang berfungsi untuk mengeluarkan urin, sisa hasil metabolisme tubuh dalam bentuk cairan. Ketika ginjal tidak bisa berfungsi dengan baik dan mengalami gagal ginjal, pasien disarankan untuk menjalani berbagai pengobatan, salah satunya dengan treatment Hemodialisa atau cuci darah, dimana tindakan ini merupakan salah satu bentuk terapi pada pasien dengan kegagalan fungsi ginjal  dengan bantuan mesin hemodialisa yang dilaksanakan secara rutin 2 kali dalam seminggu atau tergantung pada kondisi pasien.

Di Indonesia khususnya di Kabupaten Bekasi ini cukup banyak rumah sakit yang menyediakan unit cuci darah (hemodialisa) bagi pasien gagal ginjal, tetapi tak jarang orang yang di diagnosa gagal ginjal tidak mau melakukannya treatment pengobatan karena beralasan takut dan berbagai hal, padahal saat ini  treatment  pengobatan gagal ginjal bukan hanya cuci darah (hemodialisa) saja melainkan ada transplantasi ginjal, dan CAPD.

Menurut pasien gagal ginjal, hemodialisa mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya yaitu mereka dapat menjalani perawatan di rumah sakit di bawah pengawasan tenaga kesehatan profesional terlatih, tetapi kelemahannya mereka dapat menghabiskan waktu sekitar 4-5 jam dengan frekuensi 2  atau 3 kali dalam seminggu, pada saat jadwal cuci darah dan perlu memberi tahu petugas medis jika ingin bepergian dan me-reschedule jadwal rutin cuci darah, di tambah dengan efek samping yang timbul pasca hemodialisa, seperti mual, pusing bahkan susah tidur di malam hari. 

Belakangan ini ditemukan treatment pengobatan gagal ginjal  dengan cara memasukkan cairan dialisis ke dalam perut pasien gagal ginjal atau di kenal dengan nama “CAPD (continuous ambulatory peritoneal dialysis Pada tretment ini, pengidap penyakit ginjal harus memasukkan cairan dialisis ke dalam perut. Cairan ini dimasukkan melalui lubang yang sebelumnya sudah dibuat. Fungsi cairan untuk merangsang pengeluaran limbah melalui urine. 

Pada CAPD, pasien yang telah dipasangkan kateter dapat melakukan cuci darah dengan fleksibel dimanapun mereka berada seperti di rumah, tempat kerja, atau tempat lain tanpa perlu bolak-balik ke rumah sakit karena peralatan yang digunakan untuk CAPD bersifat portabel (mudah dibawa) sehingga memungkinkan penggunanya lebih leluasa melakukan aktivitas sehari-hari, seperti bekerja maupun sekolah.

Orang yang memilih untuk melakukan treatment CAPD di rumah mengatakan bahwa mereka merasa memiliki kendali atas hidup mereka dan lebih mempunyai semangat tinggi untuk pulih dikarenakan larangan atau batasan makanan pengguna CAPD lebih sedikit dibanding dengan penderita gagal ginjal dengan treatment hemodialisa. Dikutip dari Nation Kidney Foundation pasien gagal ginjal dengan treatment CAPD fungsi ginjalnya dapat bertahan lebih lama dibanding menggunakan treatment hemodialisis. tetapi di balik keunggulannya metode CAPD juga tetap memiliki risiko pada pasien yang menjalaninya seperti infeksi, hernia, meningkatnya berat badan, dan dialisis yang tidak optimal.(syah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *