Cikarang Selatan,Jurnalbekasi.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dr. Alamsyah bersama Camat Cikarang Selatan, Bapak Muhammad Said membuka acara gebyar Bekasi Zero Stunting Halaman Kantor Kecamatan Cikarang Selatan, pada Sabtu (05/08/23).
Dalam kegiatan ini Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi bersama dengan Pemerintah Kecamatan Cikarang Selatan melakukan kolaborasi bersama melawan dan mencegah stunting pada anak. Kegiatan gebyar merdeka Bekasi berani zero stunting ini juga dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Bekasi Ke-73 serta HUT RI Ke-78,dimana kegiatan ini mengajak semua pegawai dan Asn dilingkungan Pemda Bekasi untuk peduli pada pencegahan stunting.
Menurut penuturan Bapak Kepala Dinas Kesehatan dr.Alamsyah “bahwa kegiatan ini adalah gebyar merdeka Bekasi berani zero stunting,ini adalah simbolik yang dipusatkan Kabupaten Bekasi di Kecamatan Cikarang Selatan,bagaimana komitmen bersama seluruh stakeholder pemerintah,swasta,masyarakat,bagaiman nantinya insya allah ditahun 2024 Kabupaten Bekasi bebas dari stunting dan tidak ada kasus baru,yang angkanya sekarang itu,menurut nasional dengan provinsi itu Kabupaten Bekasi angka stuntingnya sudah dibawah tapi kalau dilihat dari jumlah penduduk kita 3,2 juta angkanya besar,makanya kita lakukan upaya bersama dan besar,hari ini kita adakan acara gebyar dan penyuluhah stunting sekalian kita memeriahkan acara Hut Kabupaten Bekasi ke 73 dan Hut Republik Indonesia Ke 78 “ujar beliau
Beliau menambahkan bahwa”dari 23 Kecamatan di Kabupaten Bekasi ada 16 Kecamatan yang ada kasus stunting,salah satunya di Cikarang Selatan,Cibitung,Babelan,Tambun Selatan,tidak ada yang sangat mencolok dan tidak ada juga berbahaya rata-rata,dan tahun 2022 itu lebih dari 3000 anak,itu yang kita harapkan di tahun 2024 Bekasi bebas stunting”ujar Beliau
Beliah menyampaikan, acara kali ini juga diisi dengan gerakan minum susu dan makan telur bersama yang diikuti oleh 78 pelajar SD dan 73 pelajar SMP, serta penyerahan piagam penghargaan kepada perwakilan perusahaan yang sudah berkontribusi menghadapi stunting di Kabupaten Bekasi.
Beliau mengatakan “Tadi juga simbolisme minum susu, makan telur, mengingat kandungan nilai protein telur tinggi untuk mencegah anak-anak mengalami gizi buruk, daya tahan tubuhnya meningkat, juga pemberian tablet tambah darah agar remaja putri tidak terkena anemia atau kekurangan darah. Sebagai calon ibu, kelak pada saat menjadi ibu dia tidak mengalami anemia dan melahirkan anak yang stunting,” jelasnya.
Bapak Kepala Dinas Kesehatan mengimbau agar masyarakat yang memiliki anak usia di bawah dua tahun (baduta) agar rutin mengikuti kegiatan Posyandu, menimbang berat badan anak, juga segera mendatangi pelayanan kesehatan untuk memeriksakan kondisi anak yang mengalami sakit.
Senada dengan itu, Kadis Perkimtan Kabupaten Bekasi, Nurchaidir menambahkan, pihaknya dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Bekasi turut terlibat dengan melaksanakan program pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S).
Untuk tahun ini peningkatan perbaikan sanitasi ada 1.600 titik yang tersebar di 22 desa dan 11 kecamatan. Mudah-mudahan dengan adanya intervensi program SPALD-S di Kabupaten Bekasi bisa menurunkan angka stunting,” jelasnya.
Camat Cikarang Selatan,Bapak Muhammad Said mengatakan, sosialisasi mengenai stunting tersebut perlu disampaikan secara luas kepada masyarakat, bagaimana pola hidup sehat serta makan makanan bergizi membantu mengurangi resiko munculnya stunting. “Tentu dengan bersatu-padu, melalui kolaborasi bersama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, zero stunting di Kabupaten Bekasi ini dapat terwujud, tanpa harus menunggu nanti di tahun 2045 (Ical)


