Bencana Kekeringan Di Kabupaten Bekasi Makin Parah,Pemkab Bekasi Siapkan Solusi Permanen Pipa PDAM Dan Sumur Satelit

Cikarang Pusat, Jurnalbekasi.com – Bencana Kekeringan di Kabupaten Bekasi Semakin hari semakin parah Hampir 78.293 warga Kabupaten Bekasi terdampak bencana kekeringan ini.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi minggu, 9 September 2023, kekeringan yang tadinya melanda 9 kecamatan dan 23 desa, kini menjadi 10 kecamatan serta 32 desa.

Dalam Hal ini Pemerintah Kabupaten Bekasi terus berupaya mengatasi bencana kekeringan yang diakibatkan kemarau panjang. Selain mendistribusikan air bersih untuk warga terdampak kekeringan, solusi permanen menjadi program utama dalam penanganan bencana kekeringan ini.

Menanggapi hal tersebut Bapak Pj Bupati mengatakan bahwa”Saya kira, untuk penyaluran air bersih sudah cukup tercover. Kerja keras BPBD melalui posko tanggap darurat, bersama stake holder lainnya, seperti PDAM Tirta Bhagasasi, PMI, Baznas, Polres Metro Bekasi, Kodim 0509, FPRB, Destana/Katana dan relawan kebencanaan,” terangnya.

Selain itu, diterjunkannya seluruh perangkat daerah sebagai Liaison Officer (LO) di kecamatan terdampak, lanjut Bapak Pj. diharapkan dapat membantu upaya penanganan kekeringan di Kabupaten Bekasi.

Lebih lanjut, kata beliau kekeringan yang saat ini masih terjadi masih dimungkinkan terjadi perluasan. Karena itu pendistribusian air bersih akan terus dilakukan.

Memang dari sisi jumlah desa dan kecamatan yang terdampak sudah berkurang. Tapi semuanya masih dalam layanan air bersih,” katanya.

Bapak Pj Bupati menyebutkan,solusi permanen untuk wilayah di Kabupaten Bekasi yang sering mengalami kekeringan yakni dengan membuat sumur satelit dan memasang pipa PDAM ke rumah-rumah warga.

“Beberapa desa di Kecamatan Cibarusah sudah mengarah pada solusi permanen dengan memasang pipa dari PDAM. Kemudian di Kecamatan Tarumajaya saat ini tengah dibangun tiga sumur satelit,” ungkapnya.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis mengatakan, hingga 8 September 2023, jumlah air bersih yang sudah didistribusikan untuk masyarakat yang terdampak kekeringan sebanyak 1.370.000 liter, dengan jumlah warga terdampak 25.046 kepala keluarga.

“Desa yang terdampak kekeringan sebanyak 32 desa di 9 kecamatan. Kemudian lahan pertanian terdampak seluas 21.177 hektar, dan lahan pertanian terancam 3.604 hektar,” terangnya.

Hal tersebut dibahas pada Rapat Evaluasi Tanggap Darurat Bencana Kekeringan di Posko Utama, di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Komplek Pemda Kecamatan Cikarang Pusat, Jumat (9/9/2023)Menanggapi Hal Tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi,Dedy Supriyadi juga mengatakan

“Kita juga berkordinasi dengan provinsi maupun dengan pusat,syukur alhamdulilah sudah berjalan,bantuan terus berdatangan setiap hari terutama untuk titik yang paling terdampak dengan kekeringan,jadi kita sudah memberikan bantuan juga air bersih dan air minum berupa galon,yang bisa dimanfaatkan dan diminum.

Untuk rencana kedepannya kita akan membuat tandon air untuk jangka panjang diwilayah yang sering terjadi kekeringan” ujarnya

Menurut Bapak Dedy Supriyadi Wilayah yang paling parah terkena dampak bencana kekeringan ini ada diwilayah Cibarusah,tidak hanya krisis air,tapi juga mitigasi bencana ujarnya” (Cal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *