Musrenbang Tambun Usulkan Normalisasi dan Penertiban Bangunan Liar di Sepanjang Kali Jambe

Hotel Metland,Jurnalbekasi.com – Kecamatan Tambun Selatan kembali menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Tahun Anggaran 2025 di Hotel Metland Tambun pada Senin (29/01/24). Sebanyak 55o usulan, yang terdiri dari 30 usulan prioritas  dari sembilan desa dan satu kelurahan berhasil diverifikasi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi Ir. H. Entah Ismanto, SH, MM menyampaikan dari masing-masing Musembang tingkat kecamatan, Ada banyak usulan seperti perbaikan infrastruktur, penanggulangan kemiskinan ekstrem, pengembangan sumber daya manusia, dan stunting. Hal in juga diperlukan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Bapak Entah Ismanto  mengatakan sebagian besar usulan dan anggaran ditujukan untuk Kecamatan  Tambun Selatan. Usulan tersebut diharapkan dapat diimplementasikan pada Musrenbang tahun ini di Kecamatan Tambun Selatan.

Adapun fokus usulan prioritas dalam Program Kecamatan Tambun Selatahn sebagai berikut :
  1. Pembangunan Puskesmas Jati mulya.
  2. Normalisasi Kali Jambe dan Pembangunan tanggul.
  3. Perbaikan  dan Pelebaran Jalan Raya Tambun Selatan.
  4. Penertiban Bangunan Liar Sepanjang Bantaran Kali Baru Desa Tridaya Sakti.
  5. Pelebaran Jalan Pintu Kereta Api Perlintasan SKU Kompas.

Camat Tambun Selatan Sopian Hadi menambahkan, sebenarnya usulan paling banyak datang dari Kecamatan Tambun Selatan. Karena penduduknya ada di Tambun Selatan.

“Prioritas Musrenbang tahun ini adalah usulan infrastruktur, normalisasi sungai untuk mencegah banjir, dan pembangunan ilegal (bangli) di bantaran sungai,” jelasnya.
mengatakan apa yang disampaikan oleh Kepala Bappeda memang benar, bahwa sebagian besar kegiatan pada tahun lalu dilakukan di Kabupaten Tambun Selatan, baik dari segi infrastruktur, pembangunan jembatan, dan normalisasi sungai.

” Diketahui usulan Musrembang akan melihat pembangunan jembatan sungai pada tahun 2022. “Di pinggir kali Jambe saat ini banyak ditemukan pembangunan ilegal dan sampah mengalir dari hulu ke hilir, sehingga dangkalnya sungai juga perlu dinormalisasi agar tidak terjadi banjir saat musim hujan,” jelasnya. (Nyi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *