Fenomena Kemarau Basah Diprediksi Berlangsung hingga Oktober, BPBD Kabupaten Bekasi Imbau Warga Waspada

Cikarang Timur, Jurnalbekasi.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi fenomena kemarau basah yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2025. Imbauan ini disampaikan dalam kegiatan Berkolaborasi Terus Melayani (Botram) Kecamatan Cikarang Timur, Sabtu (2/08/25).

Kepala Bidang Layanan BPBD Kabupaten Bekasi, Andhika Rahman, ST, menjelaskan bahwa kemarau basah adalah kondisi anomali ketika musim kemarau justru disertai curah hujan tinggi. Fenomena ini telah memicu banjir di beberapa wilayah, di antaranya Perumahan Arthera Hill Desa Jayasampurna Kecamatan Serang, Kecamatan Cikarang Utara, Kecamatan Bojongmangu, Kecamatan Tambun Utara, dan Kecamatan Babelan.

“Kami BPBD Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat agar selalu waspada. Musim kemarau kali ini berbeda, karena hujan dengan intensitas tinggi tetap terjadi dan berpotensi menimbulkan banjir,” ujar Andhika.

BPBD bersama pemerintah kecamatan dan dinas terkait telah melakukan evakuasi dan penanganan di wilayah terdampak banjir.

Selain itu, Andhika menegaskan pentingnya pembangunan yang memperhatikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Menurutnya, banyak wilayah resapan air yang berubah fungsi menjadi bangunan tanpa kajian lingkungan yang memadai, sehingga memperparah risiko banjir.

“Kami mendukung pembangunan, tapi perizinan harus ketat dan sesuai AMDAL. Kami minta pengembang dan developer tidak sembarangan membangun,” tegasnya.

BPBD juga mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mencegah deforestasi di wilayah hulu sungai.

“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar bencana dapat diminimalkan,” tutupnya.(Cal*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *