Inovasi Pertanian : Kabupaten Bekasi Tingkatkan Produktivitas Padi Lewat Inovasi Ramah Lingkungan

Cibitung, Jurnalbekasi.com – Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi menjadi pionir dalam penanganan hama pertanian, khususnya serangan hama tikus yang sering merugikan para petani. Program inovatif ini disampaikan langsung pada kegiatan Berkolaborasi Terus Melayani (Botram) Kecamatan Cibitung, di stand pelayanan Dinas Pertanian, Sabtu (13/04/25).

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dra. Eem Embang Lesmanasari, M.Si menjelaskan bahwa Kabupaten Bekasi menggunakan burung hantu sebagai solusi alami dalam pemberantasan hama tikus.

“Kalau di Kabupaten Indramayu mereka menggunakan ular, kita di Kabupaten Bekasi menggunakan burung hantu. Program ini sudah berjalan sejak Januari 2024, dan kini burung hantu menjadi ikon penanggulangan hama di wilayah kita,” ungkapnya.

Menurutnya, program ini sudah berjalan di beberapa wilayah seperti Kecamatan Sukatani, Sukakarya, Karangbahagia, serta Cabangbungin. “Kami menyiapkan kandang burung hantu di area sawah. Seekor burung hantu mampu memangsa hingga 20 ekor tikus setiap malam di satu hamparan sawah. Karena itu, kami meminta masyarakat menjaga kelestarian burung hantu ini dan tidak memburu, membunuh, atau mencurinya,” jelasnya.

Selain pemberantasan hama, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi juga berkomitmen menjaga keberlangsungan lahan pertanian agar tidak terus berkurang akibat alih fungsi menjadi perumahan atau pabrik.
“Sesuai arahan Presiden dan Menteri Pertanian, lahan pertanian tidak boleh berkurang. Kita harus menjaga agar swasembada beras dan pangan dapat terwujud,” tegasnya.

Eem menambahkan, pihaknya tengah mengupayakan peningkatan produktivitas dengan memperbaiki sistem irigasi serta mendorong pola tanam lebih intensif.

“Targetnya dari dua kali tanam bisa ditingkatkan menjadi tiga kali tanam. Dengan begitu, kebutuhan air petani juga kita pastikan tercukupi melalui perbaikan irigasi,” katanya.

Saat ini, Kabupaten Bekasi memiliki sekitar 48 ribu hektare sawah yang tersebar di 23 kecamatan, dengan wilayah terluas berada di Kecamatan Cabangbungin, Pebayuran, dan Sukakarya.
“Dengan luas sawah tersebut, kita berharap mampu memproduksi hingga 400 ribu ton gabah setiap tahun. Harapannya, para petani di Kabupaten Bekasi semakin sejahtera dan kita bisa benar-benar mandiri dalam pangan,” pungkasnya. (Cal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *