
Tambun Selatan, Jurnalbekasi.com – Puluhan warga memadati area Museum Gedung Juang di Tambun Selatan saat Festival Ramadhan 5.0 secara resmi dibuka pada Jumat, 6 Maret 2026. Event tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi ini kembali dengan konsep yang menggabungkan hiburan, budaya, dan ekonomi masyarakat dalam semangat kebersamaan selama Bulan Suci Ramadhan.
Di tahun kelimanya, Festival Ramadhan akan berlangsung selama dua hari, dari 6-7 Maret 2026. Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk masyarakat, termasuk lomba bertema Islam, bazar UMKM, tausiyah, dan pertunjukan musik oleh musisi nasional sebagai hiburan sebelum berbuka puasa. Acara ini juga menampilkan beberapa layanan publik yang disediakan oleh instansi pemerintah setempat untuk memudahkan masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi Iman Nugraha mengatakan kegiatan ini juga diisi dengan berbagai perlombaan bernuansa Islami. Lomba tersebut meliputi lomba tabuh bedug, lomba marawis hingga tari kreasi Islami. Selain itu terdapat bazar UMKM, pertunjukan musisi papan atas serta tausiah dari dai kondang.
Beliau menyebut festival tahunan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi agenda budaya rutin pemerintah daerah untuk memeriahkan Bulan Suci Ramadhan sekaligus memperkuat identitas budaya Islami di tengah masyarakat.
Menurutnya Ramadhan Festival telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Kabupaten Bekasi setiap memasuki Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan bernuansa Islami ini juga mencerminkan identitas Kabupaten Bekasi sebagai daerah yang religius.
Iman menjelaskan rangkaian Ramadhan Festival 2026 pada hari pertama diawali dengan pembukaan acara. Kegiatan dilanjutkan dengan lomba tabuh bedug dan ditutup penampilan grup band Utopia serta tausiah agama sebagai hiburan bagi masyarakat sambil menunggu waktu berbuka puasa.
Ia mengatakan pada hari kedua kegiatan akan diisi dengan lomba marawis dan tari kreasi Islami. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah aktivitas seni dan budaya masyarakat selama Bulan Suci Ramadhan.
Iman menambahkan Ramadhan Festival juga menjadi simbol budaya Islami yang perlu terus dijaga di tengah masyarakat. Ia menyampaikan kegiatan ini tetap dapat dilaksanakan dengan durasi yang singkat meski pemerintah daerah sedang menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.
Beliau berharap Ramadhan Festival tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat tetapi juga mampu memperkuat nilai religius, menumbuhkan kebersamaan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM.
Sementara, Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi Roro Rizpika dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema “Bersatu dalam keberkahan untuk bangkit, maju, dan sejahteraan Kabupaten Bekasi” diusung dalam Festival Ramadan 5.0 tahun 2026 karena menyimpan makna penting bagi seluruh masyarakat di bulan suci Ramadan.
“Bulan Suci Ramadan tidak hanya menjadi momen untuk memperkuat iman dan ketakwaan, melainkan juga untuk mengeratkan Ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kebersamaan, dan sinergi antara pemerintah daerah, pegiat seni budaya, pelaku UMKM, dan seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Kegiatan ini juga melibatkan beberapa instansi pemerintah daerah yang berkontribusi dalam kegiatan ini dengan menyediakan beberapa layanan publik, di antaranya adalah layanan pembuatan kartu keluarga, akta kelahiran, akta kematian, dan IKD dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Program Sembako Murah dari Dinas Koperasi dan UMKM, layanan Nomor Identifikasi Usaha (NIB), sertifikasi halal, pemeriksaan kesehatan gratis dari Palang Merah Indonesia, layanan pajak tahunan, dan layanan Samsat Keliling.
Ramadhan Festival 5.0 ini akan dihadiri sekaligus ditutup oleh Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja. Kegiatan penutupan dijadwalkan berlangsung pada pukul 16.00 hingga selesai. (Syah)

